Tuesday, 22 January 2013
Friday, 18 January 2013
Sejarah Yoghurt
Sejarah
Yoghurt
Banyak
literatur yang mengupas masalah sejarah Yoghurt dengan berbagai cerita dan
versinya masing masing mengenai kapan sebenarnya minuman hasil fermentasi susu
yang lazim disebut Yoghurt ini mulai diketemukan dan berkembang menjadi minuman
sehat yang banyak digemari karena khasiatnya terutama di semenanjung balkan dan
timur tengah.
Manusia
telah mengenal dan mengakrabi yogurt selama kurang lebih 4000 tahun. Di daerah
Timur Tengah, yogurt menjadi salah satu makanan pokok sehari hari, dibuat
secara tradisional di rumah-rumah, dan dikonsumsi oleh seluruh lapisan
masyarakat. Penduduk di belahan dunia tersebut percaya bahwa hasil fermentasi
susu dapat menjaga kesehatan tubuh dan mencegah dan mengobati penyakit.

Yoghurt
sebenarnya merupakan minuman tradisional di daerah Balkan dan Timur Tengah,
tetapi saat ini sudah berkembang ke seluruh dunia. Di Indonesiapun, belakangan
ini yoghurt menjadi semakin populer. Yoghurt disukai karena kesegarannya,
aromanya yang khas, dan teksturnya. Citarasa khas pada yoghurt disebabkan oleh
terbentuknya asam laktat, asam asetat, karbonil, asetaldehida,aseton, asetoin,
diasetil, dan lain-lain.

Kisah
yogurt juga tercantum di kitab Injil sewaktu Nabi Ibrahim menghidangkan yogurt
kepada tiga orang tamunya yang sebenarnya merupakan malaikat di bawah pohon
tarbantin. Sebagian kisah menyatakan minuman yogurt ini merupakan salah satu
faktor penyebab Ibrahim mempunyai umur yang sangat panjang. ((maaf ini konon katanya, teu apal injilnya
surat dan ayatnya yang tahu mohon di lengkapi)
(Wahyu
Widodo Pusat Pengembangan Bioteknologi Universitas Muhammadiyah Malang 2002))
Terdapat beberapa versi Sejarah
ditemukannya fermentasi susu dimulai dengan cara yang tidak disengaja
- Kala itu para penggembala di Mesopotamia terbiasa membawa susu kambing atau domba dalam kantong berbahan perut hewan –yang secara alami mengandung enzim chymosin. Dalam beberapa jam susu menggumpal. Para penggembala pun heran dan berpikir kualitas susu sudah menurun. Tapi mereka tetap mengkonsumsinya. Lambat laun, mereka lebih suka susu beku ketimbang susu murni nan segar. (The Sensory Evaluation of Dairy Products karya Stephanie Clark, Michael Costello, Floyd W. Bodyfelt)

2.
Ada
bukti bahwa produk susu budidaya telah diproduksi sebagai makanan selama paling
sedikit 4500 tahun, sejak milenium ke-3 SM. Yoghurt paling pertama kemungkinan terfermentasi secara spontan oleh bakteri
liar yang hidup pada tas kulit kambing yang dibawa oleh bangsa Bulgar, orang
nomadik yang mulai bermigrasi ke Eropa pada abad ke-2 M dan akhirnya menetap di Balkan pada akhir abad ke-7. Sekarang, banyak negara memiliki yoghurtnya sendiri,
walaupun sampai sekarang belum ada bukti yang jelas mengenai siapa yang
menemukan yoghurt. (wikipedia)
- 3. Para pengembara di padang pasir di Timur Tengah yang membawa persediaan susu di wadah yang terbuat dari usus domba menjadi terkejut ketika mengetahui susu yang akan diminumnya telah menjadi setengah padat. Ternyata susu tersebut telah mengalami fermentasi akibat adanya bakteri dari usus domba.Kemungkinan karena kehausan, maka minuman susu yang telah mengalami fermentasi tersebut dengan terpaksa diminum juga. Ternyata rasa susu yang telah mengalami fermentasi tersebut cocok dengan lidah pengembara. Akhirnya susu yang difermentasi menjadi minuman yang lebih digemari dibandingkan dengan susu segara. Rasa susu yang difermentasi tersebut lembut, asam menyegarkan, dan lebih awet. Penduduk di daerah tersebut kemudian mempelajari proses pembuatan susu yang difermentasi. Mereka kemudian mengetahui cara membuat susu fermentasi yang kemudian dinamakan yogurt dengan menambahkan sedikit yogurt sebelumnya pada susu. Kebiasan ini kemudian menjadi tradisi dan bagiandari kebudayaan minum yogurt secara teratur. (Wahyu Widodo Pusat Pengembangan Bioteknologi Universitas Muhammadiyah Malang 2002)

Orang-orang Turki merupakan salah
satu pengonsumsi awal yogurt Sebelum menetap di Semenanjung Anatolia, mereka
adalah nomaden, "yang terpaksa menyimpan susu perahan ternak mereka agar
tak kelaparan" tulis Ishtla Singh dalam "Bahasa, Pikiran dan
Representasi", dimuat dalam Bahasa, Masyarakat, dan Kekuasaan. Teori bahwa
yoghurt digunakan oleh orang-orang Turki kuno didasarkan pada buku Diwan Lughat al-Turk oleh Mahmud Kashgari dan Kutadgu Bilig oleh Yusuf Has Hajib mencatat penggunaan yogurt oleh mereka pada masa Abad
Pertengahan yang ditulis pada abad ke-11. Pada kedua buku, kata yoghurt
disebutkan dan digambarkan sebagaimana yang digunakan oleh orang Turki nomadik. Kata
"yogurt" sendiri berasal dari bahasa Turki, bermakna "yang akan
dibekukan atau digumpalkan, untuk mengentalkan".



Wednesday, 16 January 2013
SUSU
SUSU
Susu
merupakan bahan makanan yang bergizi tinggi. Kandungan gizinya lengkap dengan
sifat gizi yang mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Susu diperoleh dari hasil
pemerahan hewan seperti sapi, kerbau, kuda dan kambing.
Susu merupakan suatu emulsi lemak dalam
air yang mengandung beberapa senyawa terlarut. Agar lemak dan air dalam susu
tidak mudah terpisah, maka protein susu bertindak sebagai emulsifier (zat
pengemulsi).
Susu juga merupakan sumber kalsium,
fosfor, dan vitamin A D E dan K yang sangat baik. Mutu protein susu sepadan
nilainya dengan protein daging dan telur, dan terutama sangat kaya akan lisin,
yaitu salah satu asam amino esensial yang sangat dibutuhkan tubuh.
Kandungan Susu
Menurut
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian. (2005), komponen-komponen
penting dalam air susu adalah protein, lemak, vitamin, mineral, laktosa, enzim
dan beberapa mikroba. Komposisi susu sangat beragam tergantung pada beberapa
faktor, antara lain bangsa sapi, tingkat laktasi, pakan, interval pemerahan,
suhu dan umur sapi.
Kandungan Susu :
a.
Air 87,18
%
b.
Lemak (Fat) 3,9 %
c.
Susun Non Fat (SNF) 8,92 %
1)
protein 3,4 %
2)
laktosa (gula) 4,8 %
3)
abu
0,72 %
4)
Kalsium, fosfor & vitamin A,D,E dan K
Vitamin yang terlarut dalam lemak susu
Kualitas susu terbaik Maksimal Kandungan Fat dan SNF 11-15 %
Susu
memiliki kerapatan pada suhu1,0260-1,0320 pada suhu 20 º C, dan susu segar
memiliki kemasaman 6,6-6,7. Warna susu yang normal adalah putih kebiruan sampai
kuning kecoklatan. Cita rasa agak manis pada susu berasal dari laktosa,
sedangkan rasa asin berasal dari klorida. Penggumpalan merupakan sifat yang
paling khas pada susu. Proses ini diakibatkan oleh kegiatan enzim atau
penambahan asam.
Karakteristik Susu
1.
Mudah rusak tidak tahan lama
2.
Mudah terkontaminasi
Susu
sapi segar merupakan bahan pangan yang sangat tinggi gizinya,sehingga bukan
saja bermanfaat bagi manusia tetapi juga bagi jasad renik pembusuk. Kontaminasi
bakteri mampu berkembang dengan cepat sekali sehingga susu menjadi rusak dan
tidak layak untuk dikonsumsi
Susu Rusak
Susu
harus memenuhi syarat-syarat kesehatan dan kebersihan, karena susu merupakan
media yang paling baik bagi perkembangbiakan mikroba. Susu juga mudah pecah dan
rusak bila penanganannya kurang baik, serta masa simpannya relatif singkat.
Untuk menangani masalah tersebut, maka langkah yang paling tepat adalah dengan
mengawetkan susu untuk memperpanjang masa simpannya.
Susu
segar yang berasal dari sapi yang sehat belum tentu aman untuk dikonsumsi,
karena susu mudah terkontaminasi bakteri patogen yang berasal dari lingkungan,
peralatan pemerahan atau sapi itu sendiri. Kuman yang mencemari susu akan
tumbuh dengan baik apabila lingkungan sesuai, seperti keadaan anaerob, suhu,
kelembapan dan PH.
Menurut
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (2005), susu yang
rusak akibat aktivitas mikroorganisme antara lain ditandai dengan beberapa ciri
sebagai berikut :
1.
Pengasaman dan penggumpalan akibat fermentasi laktosa menjadi asam
laktat sehingga pH menurun dan kemungkinan terjadi penggumpalan kasein,
2. Berlendir seperti tali karena terjadinya pengentalan dan
pembentukan lendir sebagai akibat pengeluaran bahan seperti kapsul dan bergetah
oleh beberapa jenis bakteri,
3.
Penggumpalan tanpa penurunan pH akibat aktivitas bakteri seperti Bacillus
careus yang menghasilkan enzim yang mencerna lapisan tipis fosfolipid
disekitar butir-butir susu.
Kondisi zat
gizi yang baik pada susu juga memberikan peluang yang baik bagi pertumbuhan
mikroba, seperti bakteri, kapang dan khamir. Hal ini dikarenakan pertumbuhan
mikroba pun membutuhkan bahan makanan. Berbagai aktivitas mikroba tersebut akan
mengubah mutu susu, ditandai dengan perubahan rasa, aroma, warna dan penampakan
yang akhirnya susu menjadi rusak. Oleh karenanya susu harus mendapatkan
penanganan yang cepat sebelum rusak, antara lain dengan pasteurisasi. Susu yang
telah mengalami pasteurisasi, sterilisasi atau pemanasan pada suhu tinggi aman
untuk dikonsumsi (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian
2005).
Monday, 14 January 2013
Yoghurt
Yoghurt
Kata "yoghurt" berasal dari bahasa
Turki, yaitu "jugurt"yang berarti susu asam
Definisi
- Menurut salah satu definisi resmi (Codex Alimentarius, 1975), yogurt adalah "sejenis produk susu terkoagulasi, diperoleh dari fermentasi asam laktat tertentu melalui aktivitas Lactobacillus delbrueckii var. bulgaricus dan Streptococcus salivarius var. thermophilus, di mana mikroorganisme dalam produk akhir harus hidup-aktif dan berlimpah".
- Yoghurt adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri. (wikipedia)
Prinsip pembuatan yoghurt adalah
fermentasi susu dengan cara penambahan bakteri-bakteri Laktobacillus bulgaricus dan Streptoccus thermophillus. Dengan
fermentasi ini maka rasa yoghurt akan menjadi asam, karena adanya perubahan
laktosa menjadi asam laktat oleh bakteri-bakteri tersebut.
Kedua macam bakteri tersebut akan menguraikan
laktosa (gula susu) menjadi asam laktat dan berbagai komponen aroma dan
citarasa.
Dalam proses fermentasi susu menjadi yoghurt ini bakteri Lactobacillus bulgaricus lebih
berperan pada pembentukan aroma, sedangkan Streptococcus thermophilus
lebih berperan pada pembentukan cita rasa yoghurt.
Proses
fermentasi yoghurt berlangsung melalui penguraian protein susu.
Subscribe to:
Posts (Atom)